Sabtu, 28 Januari 2012

Pelestari Tunggal Masa Lampau

Satu-satunya wakil Rhynchocephalia yang masih hidup ialah tuatara (Sphenodon punctatus). Rhyncocephalia adalah kelompok reptilia yang "kepalanya berparuh", dan pernah tersebar luas. Tuatara telah mampu bertahan selama 200 juta tahun, dan hanya mengalami perubahan kecil pada kerangkanya. Ketika untuk pertama kalinya menarik perhatian para ahli pada tahun 1831, binatang itu dianggap bengkarung. Kalau dilihat dari luar, binatang itu memang mirip bengkarung. Baru seperempat abad kemudian, studi tentang anatominya mengungkapkan keunikan tuatara. Dewasa ini sebaran tuatara terbatas di 32 pulau kecil Selandia Baru dan binatang itu menjadi pokok penelitian luas. Berbagai usaha telah dicoba untuk mengetahui, kenapa binatang itu tidak musnah berabad-abad yang lalu bersama semua kerabatnya?.



Pertumbuhan tuatara sangat lambat dan mungkin kematangan seksualnya baru dicapai sedikitnya pada umur 20 tahun. Maka agaknya tuatara menjadi salah satu binatang yang umurnya terpanjang, dan ada kesan, bahwa umur pejantan dewasanya dapat sampai 100 tahun lebih walau rata-rata angka harapan hidupnya 60 tahun. Ada anggapan bahwa telurnya dibuahi hampir setahun sebelum keluar, dan sampai menetas memerlukan waktu sekitar 12 sampai 15 bulan - jadi jauh lebih lama daripada telur reptilia lain.

HUNIAN TERAKHIR tuatara adalah dua kepulauan sangat kecil di Selandia Baru yang ditunjukan dengan  warna hitam.

TUATARA BERMATA CERAH muncul dari lubang di bawah akar pohon kecil. Tuatara kerap kali ikut mendiami sarang petrel, yang kadang kala ada telur atau anak burungnya yang masih kecil.


Sumber: Carr, Archie., The Reptiles. Time-Life, 1985. (Dengan Pengubahan Secukupnya)
Gambar: wikipedia.org

0 komentar:

Posting Komentar